View mode:
Sort by:

Lilo dan Mama hendak ke festival kuliner. Namun, mobil Mama mogok. Nala, tetangga Lilo, mengajaknua untuk pergi dengan sepeda. Rupanya, Lilo menemukan begitu banyak hal menarik dengan bersepeda. Apa saja ya?

Erin ingin mencoba Siger Perpadun, milik Kak Rani. Gawat, puncak mahkota siger menghilang. Bagaimana bisa? Dag, dig, dug. Apa yang harus Erin lakukan?

Harum dan Teras menunggu-nunggu pohon jeruk siam kesayangan yang tak kunjung berbuah. Rupanya, pohon jeruk kekurangan air di musim kemarau panjang ini. Lantas bagaimana cara Harum dan Teras mendapatkan air? Bisakah pohon jeruknya kembali berbuah?

Di tengah hutan, Rimba si harimau kecil mengaum sendirian. Monyet, gajah, dan rusa bermain bersama keluarga mereka. Rimba pun bertekad mencari keluarganya. Ia menelusuri hutan, sungai, dan bukit.

Akankah usaha Rimba berhasil?

Mia ingin mengunjungi lokasi gempa di Lombok. Ia ingin menghibur teman-teman seusianya di sana. Namun sayang, tak ada yang peduli dengan dongeng yang dibacakan Mia. Lantas, bagaimana cara Mia menghibur mereka?

Desa Kalibonang dikagetkan tingkahnya Wildhan dan Han. Lik Drimi kaget, kambing-kambingnya Ayah Wildhan juga berontak lari di kandang. Ada apa sih sebenarnya?

Ditulis dalam bahasa Jawa, disertai terjemahan bahasa Indonesia.

Kakek akan memberikan Godi si Anjing Kecil kepada salah satu dari tiga cucunya: Timo, Roro, dan Keno. Manakah yang akan Godi pilih? Mengapa?

Titus ikut Ayah melaut. Sesampainya di sana, Titus malah merasa pusing dan mual. Padahal, ia sangat ingin melihat ikan cakalang berenang di laut. Bisakah Titus melihat mereka?

Tengah malam, aku terbangun tiba-tiba. Aku melihat Ibu belum tidur.

Aku heran. Ibu tidur tidak, ya?

Kisah ini ditulis dari perspektif seorang anak yang melihat ibunya yang selalu ada dan tidak pernah tidur. Ibu selalu sedang melakukan sesuatu. Ia rasa ibunya tidak pernah tidur. Ia pun mencoba mencari tahu.

Ditulis dalam bahasa Jawa, disertai terjemahan bahasa Indonesia.

Semua orang sibuk mempersiapkan kelahiran adik bayi. Mbah meminta Slamet menjaga jarik yang disiapkan untuk adik. Slamet bosan. Dia mulai bermain dengan jarik-jarik itu, dan … oh, tidak! Jarik itu robek. Apa kata Mbah nanti? Apa yang akan dilakukan Slamet?

Kami senang sekali mengikuti Slamet main-main sambil menantikan sang adik untuk datang, dan ikut deg-degan waktu jarik adik robek. Cerita tentang sehelai jarik yang ditulis dengan hangat dan ilustrasi yang menggemaskan.

Jarik Adik ditulis oleh Endah Herawati dan diilustrasikan oleh Eleonore Grace.

Kancil Hijau pulang membawa sekarung terong, upah karena membantu panen Pak Tani. Dalam perjalanan, ia bertemu Kancil Ungu dan adiknya. Mereka sedang kesulitan mencari terong.

Terong?

Kancil Hijau punya sekarung! Namun ia tak mau memberikannya. Ia kan sudah kerja keras?

Ditulis dalam bahasa Madura dan disertai terjemahan bahasa Indonesia.

Macan jengkel. Sudah gagal memangsa kancil, badannya sakit menabrak pohon. Ia berkeliaran mencari mangsa lain. Dan itu ada kera sedang memanjat pohon.

Di atas pohon, Kera sedang memilih pisang tanduk dan melihat Macan perlahan-lahan mendekat. Wah bagaimana ini? Tidak sempat lari. Ah, sudahlah gampang. Kera punya akal.

Apa Kera berhasil mengakali Macan?

Ditulis dalam bahasa Jawa, disertai terjemahan bahasa Indonesia

 

Showing 1–12 of 24 results

Shopping cart