View mode:
Sort by:

Tapi warna-warna krayon itu juga mengingatkanku pada sampah-sampah yang berserakan di jalan raya. Sampah-sampah seperti tak pernah hilang di sepanjang jalan, ada saja yang bertebaran.

Aku juga pernah melihat orang yang membuang bungkus makanan dari mobil mereka. Sehingga aku bingung dengan warna apa tangan-tangan mereka yang membuang sampah itu harus aku warnai, aku taku anak merusak warna krayonku.

Menurutku, hukum juga seperti bisnis. Kalau kamu punya banyak uang, kamu bisa membelinya seenak hatimu. Tapi kalau kamu miskin, maka tinggal terima saja di dalam bui. Tidak ada yang bisa kamu lakukan, percuma saja. Ketika kamu berbuat kesalahan atau dituduh melakukan suatu kejahatan, maka kamu harus punya banyak uang atau punya banyak teman yang berkuasa.

Kumpulan tulisan karya Abhinaya Ghina Jamela ini, lagi-lagi mengajak kita masuk ke dalam pikirannya dan meminjam perspektif serta pemahaman yang ia dapatkan dari bacaan dan pengamatannya akan dunia di sekitarnya.

Dalam tulisannya tentang karya Luis Sepúlvuda dan May Alcott, membahas tentang tradisi pengikatan kaki dan nuansa patriarki di dalamnya, atau komentarnya bicara tentang menjadi anak perempuan, ia mengkritisi dunia dan menuangkan pikirannya. Buat kami, menulis dan berpikir adalah sebentuk kekuatan dan keberanian untuk bergerak; dan tulisan Naya yang memantik menunjukkan itu.

Di sini, di tempatku, orang tua sangat suka jika anak-anak mereka membaca. Orang tua akan membelikan anak-anak mereka buku apa saja. Tidak peduli anak-anak mereka suka atau tidak.

Orang tua ingin anak-anak punya buku. Anak-anak disuruh membaca. Anak-anak kadang seperti dipaksa banyak membaca.

Kami terus berjalan. Aku tidak tahu akan pergi ke mana. Aku hanya mengikuti mereka. Aku tidak mau tersesat di tempat aneh ini sendirian. Lagipula, bukanlah Sira penduduk negeri Osi? Jadi, dia pasti sudah mengenal tempat ini dengan baik.

Buku ini adalah jagat raya yang diciptakan Naya dari kacamata kanak-kanak, tidak hanya untuk dirinya, tapi untuk semua orang.

Naya berkeinginan, dengan buku ini, akan lahir jagat raya-jagat raya lain dari tangan-tangan kecil yang dipenuhi ide dan imajinasi dari tanah Indonesia ini.

Sebuah kumpulan puisi yang begitu menyenangkan untuk dibaca. Sudah lama kami menantikan puisi-puisi untuk anak-anak. Pilihan kata-kata dan alur tulisan Naya membuat ide-ide yang dekat dengan sehari-hari menjadi menyegarkan. Ulat-ulat dari ujung pensil yang menjadi puisi, stroberi-stroberi yang bernyanyi, dan dewa-dewa Mesir dan kristal biru yang dicuri. Kami selalu percaya cara anak-anak melihat dunia punya begitu banyak kebijaksanaan di dalamnya. Makanya, kami suka sekali Naya mau meminjamkan matanya dan bercerita tentang dunia yang ia lihat, kepada kita.

Showing all 5 results

Shopping cart